<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>EndriSusanto.com &#187; Jawa</title>
	<atom:link href="http://endrisusanto.com/tag/jawa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://endrisusanto.com</link>
	<description>2010 - The Fallen Will Rise Again</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 05:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Rasisme, Bagaimana Menyikapinya? -A Short History-</title>
		<link>http://endrisusanto.com/rasisme-bagaimana-menyikapinya-a-short-history</link>
		<comments>http://endrisusanto.com/rasisme-bagaimana-menyikapinya-a-short-history#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 17:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Endri Susanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Just Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Me & My Life]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Rasisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://endrisusanto.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Hmm&#8230; nggak tahu harus mulai dari mana, yang pasti begitu buka notebook, login to facebook, i found some photos updated, anehnya kok merasa sisi rasisme ada di sana. Sedikit bercerita, aku lahir dari keluarga jawa kental dan besar di lingkungan yang terdapat Cina dan Barat (walaupun cuma sebentar) dan sekarang mempunyai relation dengan gadis china. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://endrisusanto.com/wp-content/uploads/2009/02/racism-a-short-history.gif" rel="lightbox[139]"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-140" title="racism-a-short-history" src="http://endrisusanto.com/wp-content/uploads/2009/02/racism-a-short-history-150x150.gif" alt="" width="150" height="150" /></a><span class="drop">H</span>mm&#8230; nggak tahu harus mulai dari mana, yang pasti begitu buka notebook, login to <a href="http://endrisusanto.com/tag/facebook" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Facebook">facebook</a>, i found some photos updated, anehnya kok merasa sisi <a href="http://endrisusanto.com/tag/rasisme" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rasisme">rasisme</a> ada di sana. Sedikit bercerita, aku lahir dari keluarga <a href="http://endrisusanto.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">jawa</a> kental dan besar di lingkungan yang terdapat Cina dan Barat (walaupun cuma sebentar) dan sekarang mempunyai relation dengan gadis <a href="http://endrisusanto.com/tag/china" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with China">china</a>. Tapi tidak sedikitpun dan terlintas dalam pikiranku untuk mengeluarkan statement, <strong>anda beda dari saya.!</strong> dan membedakan ras satu dan lainnya atau bahkan membedakan gaji dan fasilitas karena dia dari ras ini dan yang lain dari ras ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Buatku semua sama, <strong>rasis banget sih&#8230;</strong> <em>come one, we are same,</em></p>
<p style="text-align: justify;">Lagi males nulis panjang karena masih sibuk <span id="more-139"></span>siap-siap ke Singapore besok  (<em>jemput someone</em>)<em> </em>jadi aku copas beberapa dari rekan blogger dan media</p>
<p style="text-align: justify;">Terlahir sebagai manusia dengan ciri-ciri fisik, seperti warna kulit hitam, hidung pesek, dan rambut keriting haruslah diakui bukan sebagai satu kesalahan atau &#8220;dosa turunan&#8221;. Manusia mana pun tak pernah punya pilihan ketika dilahirkan, termasuk lahir dengan kondisi &#8220;cacat secara fisik&#8221;. Semua itu semata-mata merupakan takdir Tuhan. Artinya, bentuk fisik dan warna kulit manusia adalah hak prerogatif Tuhan yang tak bisa ditolak. Sebaliknya, keragaman dan perbedaan warna kulit itu harus dipahami sebagai kemajemukan ras, bukan menunjukkan satu superioritas. Sebab semua manusia diciptakan Tuhan setara dan dianugrahi hak-hak individu yang berasal dari alam dan akal. (source : <a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/20/opi06.html">Sinar Harapan</a> Nur Mursidi)</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://endrisusanto.com/tag/rasisme" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rasisme">Rasisme</a> dalam sejarahnya selalu menjadi hantu ideologi sosial yang menyebalkan dan menjijikkan, sampai sekarangpun, <a href="http://endrisusanto.com/tag/rasisme" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rasisme">rasisme</a> rasanya masih berupa ketegangan upaya dalam mengucap eksistensialitas diri dan kelompok lebih baik daripada yang lain. Dengan kata lain ini menyangkut persoalan identitas, biologis dan optimasi fisik yang dipandang lewat kacamata perspektif diri sendiri. Dan parahnya itu menjadi faham, diteriakkan tanpa mempunyai rasa malu dengan membayangkan ideologi yang ada dibelakang mereka sebagai satu kekuatan superpower yang mampu meluluhlantakkan apapun yang menghalangi jalannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sering mendengar ungkapan seperti ini; &#8221; Dasar <a href="http://endrisusanto.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> lo!&#8221;, atau malah &#8221; Dasar Cina!&#8221; (mohon maaf buat teman-teman yang dirinya memang orang <a href="http://endrisusanto.com/tag/jawa" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Jawa">Jawa</a> dan Cina, jika tersinggung, ini saya ambil hanya sekedar contoh belaka). Mungkin akan terdengar lucu saat itu diungkapkan sambil tertawa dan ditujukan untuk memuji atau memberi hormat, karena keakraban sering menembus batas etika dan kesopanan kadang kala. Namun apa jadinya ketika, kalimat diatas diucapkan dengan penuh amarah dan keluar dari umpatan mulut sekelompok orang bermata merah dan berpenampilan berangasan? Saya akan malas untuk meladeninya, dan memilih kabur, kalau saya meladeninya, mungkin bisa jadi saya mati dengan kepala pecah, akibat dikepruk. <a href="http://endrisusanto.com/tag/rasisme" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rasisme">Rasisme</a> kemudian menjadi alasan untuk melakukan tindak represif.</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia diciptakan dalam perbedaan yang seharusnya bisa saling melengkapi. Bahkan hidup manusia secara fisik sudah dilengkapi oleh rasa dan moralitas. Apalagi cita rasa. Cita Rasa kemudian menjadi suatu logika pembeda yang terpenting antara binatang dan manusia. Bagaimana perilaku masinal dan instingtif dibedakan dalam menjalani kebutuhan untuk hidup yang akhirnya berakhir dalam kepentingan batiniah. Sayangnya selalu ada kebutuhan untuk menguasai wujud lain dan kepentingan kelompok yang telah berubah menjadi upaya menegakkan hegemoni kemanusiaan, peradaban lewat perang dan jalan menghancurkan sesuatu yang menjadi ancaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Prasangka buruk atas suatu identitas kebangsaan (rasis) memang belum sepenuhnya lenyap. Prasangka itu masih ada terutama saat ini. Rasanya hanya keteguhan hati dan solidaritas sesama yang akan menghilangkan perilaku prasangka buruk ini,dengan integrasi dan kesadaran akan perdamaian rasanya bukan mustahil, perilaku biadab ini bisa perlahan dihilangkan. Manusia sebenarnya tidak ada yang berbeda, perilaku genetik mereka semua identik dalam DNA. Rasanya kita masih ada harapan untuk melakukannya, bukannya malah menambah-nambah pentas sejarah manusia yang memang sudah selalu diwarnai dengan darah dan pertikaian dalam menyokong peradaban di masanya. (source: <a href="http://first-things-first.blogspot.com/2005/09/menyikapi-rasisme.html">Wahyudi Pratama</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://endrisusanto.com/rasisme-bagaimana-menyikapinya-a-short-history/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
