ILS Approach – a quick tutorial for PMDG 737NG
Berhubung hari ini libur dan refresh otak sebentar (doh refresh otak kok maen yang berat2 seh).. dan berhubung mau ke YG dadakan, iseng2 maen flight simulator, yah siapa tahu di pesawat nanti gantian nerbanginnya sama captainnya. xixixix… paling nyungsep.
Barusan nemu artikel dari indoflyer.net, artikel dari Adhika Lie, perlu dicoba neh.
—-
Tutorial ini ditujukan untuk pengguna PMDG Boeing 737 NG series. Untuk menggunkan tutorial ini, simmers diasumsikan sudah paham:
- Melakukan maneuver dengan pesawat ini setidaknya dengan Autopilot dan FMC Boeing 737 NG series dari PMDG.
- Melakukan descent planning untuk turun sampai ke initial approach altitude
Beberapa komponen penting saat melakukan ILS Approach:
1. Localizer Frequency dan Final Approach Course
Dapatkan data ini dari Chart (approach plate) anda. Untuk ILS RW25R, ICGR pada frekuensi 110.90 and 248 derajat. Frekuensi ini akan dimasukan ke VHF navigation radio receiver NAV1 dan NAV2 yang ada di pesawat.

Gambar 1: Cockpit display
Perhatikan gambar 1. Dengan menekan tombol R, kita bisa menarik Pedestal view seperti tampak di sisi kanan gambar. Masukkan frequency ini di STANDBY frequency untuk NAV1 dan NAv2. Kenali pula “ruang kerja”, cockpit, anda dari gambar 1. Final course 248 dimasukkan ke Course windowdi glareshield
PS. Anda juga bisa mendapatkan informasi dari frequency dan course ini dari FMC (gambar 2).
2. Initial Approach Altitude
Ini adalah altitude awal untuk melakukan approach dan juga didapat dari chart. Kita selalu meng-intercept glideslopealtitude ini adalah 2000 ft.
“dari bawah”. Untuk RW25R Soekarno-Hatta,
Sebagai tambahan:
3. Final approach speed (Vref) and landing flap
Di FMC dapat dipilih reference speed (Vref) dan flap setting untuk landing di FMC (gambar 2).

Gambar 3: ICGR identified on PFD
Selanjutnya, anda sudah siap untuk melakukan ILS approach ke RW 25R di Soekarno-Hatta International Airport.
Apabila NAV1 sudah di set ke 110.90, setelah semakin dekat dengan runway, signal dari localizer (LLZ) sudah dapat ditangkap dan akan diidentifikasikan di PFD. Gambar 3 menunjukkan bahwa signal diidentifikasikan sebagai ICGR.
Dengan merubah setting dari ND selector ke APP mode anda akan melihat di Navigation Display CDI needle untuk localizer dan glideslope. Liat gambar 4. Saat signal dari glideslope sudah ditangkap, akan terlihat pula CDI dari glideslope di PFD.

Gambar 4:ND selector to APP mode and ILS signals are captured
Untuk mengikuti signal dari localizer, tekan VOR/LOC button di glareshield (MCP) dan pastikan bahwa VOR/LOC mode armed di PFD yang ditunjukkan dengan tulisan VOR/LOC dengan warna putih. Perhatikan Gambar 5.
Semakin dekat dengan localizer, VOR/LOC mode akan engaged dan ini bisa dilihat di gambar 6 bahwa tulisan VOR/LOC di PFD yang tadinya berwarna putih telah berubah menjadi warna hijau.

Gambar 6: VOR/LOC mode engaged
Di gambar 7, localizer alive dan Autopilot membawa pesawat anda untuk mengarah sesuai dengan final approach course.
Pastikan kembali NAV2 sudah di set ke 110.90 karena untuk membawa pesawat mengikuti glideslope, NAV 2 harus di set ke ILS frequency (gambar 8).
Ketika glideslope alive (ditandai dengan diamond glideslope yang berwarna magenta menjadi penuh warnanya), tekan tombol APP di glareshield dan engaged CMD B Autopilot (Gambar 9). Setelah itu, pastikan kembali bahwa G/S mode armed di PFD dan SINGLE CH terlihat di PFD.

Gambar 9: G/S Alive, APP mode armed and dual autopilot
Di gambar 10, G/S mode sudah engaged seperti terlihat di PFD dan pesawat sudah mulai pitch down dan turun seperti diindikasikan di Vertical Speed Indicator.

Gambar 11: VOR/LOC mode dan G/S mode engaged, pesawat sudah berada di localizer (established RW25R) dan di glideslope.
Selanjutnya pesawat akan dibawa landing oleh Autopilot. Tergantung ILS Category dari tiap runway, Autopilot akan di disengage dan Autothrottle akan di recycle.
Tutorial ini tidak membahas soal flare yang dilakukan sebelum touchdown.

Gambar 12: Welcome to Soekarno-Hatta International Airport
Selamat terbang, safe flight dan selamat mencoba!
Adhika Lie, 12/18/2008 11:41:06 PM
Interest For This :
pmdg,fmc tutorial,ils landing fs2004,cara kerja ils,ILS,tutorial pmdg ng,autopilot b737,cara landing fs2002,cara tutorial boeing,glide slope,ils landing flight simulator,ILS tutorial,landing pmdg 737 fmc,localizer,pmdg lion air,apa itu pmdg,belajar ils,cara kerja primary flight display-ng,database pmdg indonesia,flare sebelum touchdown,flight simulator 2010 autopilot nav,flight simulator ils,flight simulator tutorial,fmc tips for pmdg 737,ils landing,ils landing tutorial,pmdg 737 fmc caranya,PMDG B737-900er,tutorial ILS BOEING,tutorial pmdg 737ngArtikel Terkait :
Tagged as Boeing, Flight, Microsoft, PMDG, Simulator + Categorized as Me & My Life, Hobbies










PErtamax ????
[Reply]
wew, anak kaskus pindah kemari.hehehe
[Reply]