Angkuh, Sebuah Penyakit Atau Takdir?
Dua minggu yang lalu ada teman saya bercerita tentang keangkuhan, bukan kali pertama ini saya mendengarkan cerita dari teman saya. Dari seorang teman lama yang saya temui di wordcamp Indonesia pun saya pernah mendengar kata angkuh ‘dia tidak boleh sendirian dan berdiri sendiri, sudah cukup angkuh di sana dan berbuat seenaknya sendiri. Saya sendiri juga sering menemui orang-orang yang angkuh belakangan ini. Apa orang-orang itu menyadarinya? Ah saya rasa tidak.
Apa sih angkuh itu?!
Etimologi dari id.wikipedia : istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis.
Sombong berarti menolak kebenaran dan melecehkan / merendahkan orang lain, dan memandang dirinya sempurna segala-galanya.
Angkuh pada diri manusia yang telah merekat dan menyatu dalam hati manusia akan menciptakan sebuah rasa dan pernyataan lebih dan paling. – SAYA (lebih dan paling) HEBAT, SAYA SAYA (lebih dan paling) NOMOR SATU, SAYA SAYA (lebih dan paling)TERBAIK -
Sifat angkuh dan sombong telah banyak membinasakan makhluk Allah s.w.t. Allah s.w.t telah menenggelamkan Qarun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi disebabkan kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah s.w.t dan juga kepada kaumnya sendiri.
Allah s.w.t juga telah menenggelamkan Fir’aun dan bala tenteranya ke dalam laut kerana kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah s.w.t. dan juga kepada kaumnya sendiri, dan kerana kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan keangkuhannya dia menyatakan dirinya adalah tuhan yang mesti disembah dan diagungkan.
Rasulullah s.a.w. , telah menjelaskan tentang bahayanya sifat sombong dan angkuh, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud r.a., dari Nabi s.a.w , beliau bersabda,
“Tidak masuk syurga sesiapa yang ada di dalam hatinya sedikit sifat sombong”, kemudian seseorang berkata: “(Ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu suka pakaiannya bagus dan kasutnya bagus”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu indah dan Dia menyukai keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendah-rendahkan orang lain” (HR. Muslim)
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak layak mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong dari menerima kebenaran dari orang lain”. (Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275)
Teman saya berujar..
Lebih baik menjadi diri kita apa adanya, tanpa harus merasa lebih atau ingin dianggap hebat. Keinginan dipuji orang lain karena kita ingin dianggap lebih atau hebat (baik itu benar ataupun hanya berpura-pura dengan segala “bungkus manisnya”) hanya melahirkan kebencian dan permusuhan. Toh derajat manusia bukan dilihat dari “bungkusnya” namun dari sebesar apa dia bermanfaat untuk orang lain. Dan bagi saya, hanya kesempurnaan disisi Sang Khalik yang lebih bemakna dari segalanya.
Apa adanya, itu lebih baik daripada kita harus “angkuh”. Walaupun saya juga pernah menjadi korban sebuah keangkuhan seseorang (sepertinya lebih) tetapi tidak ada dendam dalam hati saya.
Semoga dengan merenungi nash-nash Ilahiyyah diatas, rahmat Allah akan sentiasa bersama kita dan menjauhkan kita dari sifat angkuh dan sombong. Insya-Allah.
@ J-Co Mall Ratu Indah, Makassar.
Next – Return to base (Jakarta)
Next – big projects.
Next – Going to Pluit, st moritz
Next – reMake online store and review site.










asalammu’alaikum.wr.wb
good topic, I like it. Kita jg harus hati2 akan penyebab2nya, salah satu diantaranya adalah kurang makanan bergizi ke citra diri kita. Orang yg memiliki citra diri yg sehat dia lebih ramah kpd orang lain, bisa rendah hati, mengerti orang lain, dan lebih bagus lagi semata mata krn harapkan pahala dari Allah SWT.
citra diri yg kurang sehat seringkali cenderung defensif, tertutup, kurang flexible dan terkesan angkuh ( pdahal pada banyak kasus merka sbenarnya baik skali ).
solusi yg di sarankan untuk memberikan makanan gizi ke citra diri kita dan saat bersamaan jg menjaga dari ke angkuhan adalah menggunakan apa yg disampaikan rosul lewat hadits untuk menciptakan kasih sayang antar sodara yaitu, sering2lah memberi salam kpd orang lain.
sungguh Al Quran dan Hadits ad. pedoman hidup manusia. smoga manfaat.
wew…inspiratif..
ga pantes jadi sombong..
toh masih ada yang lebih hebat dari diri kita.
nice posting..
lam kenal…
@ ferimalwa & aprie
Walaikumsalam Wr Wb, tq ud mampir.
Hmmm… sepertinya pernah liat deh itu artikel
Tapi overall, i like it. Its very inspiring.
Mudah2an kita sadar sebelum menjiwa sifat2 penyakit hati tersebut.
bergaullah dgn orang2 “hebat”…biasanya rasa angkuh itu akan tereduksi ;p